Profil Perusahaan PT Tunggal Perkasa Plantation

PT Tunggal Perkasa Plantation Inhu Riau
Sejarah Perusahaan
Pada tahun 1918 terdapat tiga perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dengan luas lahan 28.000 ha yang berada di Air Molek, Riau. Perusahaan tersebut adalah NV Cultur Maatachappij Indragiri milik Swiss, Indragiri Rubber Limited (IRL) dan Klawat Syndicate yang merupakan joint venture antara perusahaan Inggris dengan Strut Company Malaysia.
 Ketiga perusahaan tersebut dinasionalisasikan oleh pemerintah Republik Indonesia (RI) pada tahun 1963 dan pengelolaannya diserahkan kepada PT Perkebunan Indragiri (PT PI) yang kemudian dilikuidasi kembali oleh pemerintah RI dan diserahkan kepada PT Kulit Aceh Raya Kapten Markam (PT Karkam). Pada tahun 1964 PT Karkam diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Setelah itu, pada tahun 1966 - 1968 perkebunan tersebut diserahkan kepada PT Aslam Karkam II (PT Askar II) dan pada tahun 1968 - 1969 perkebunan tersebut diserahkan kembali kepada PT Perkebunan Indragiri.
Pada Tahun 1969 - 1971 perkebunan PT Karkam dilikuidasi kembali oleh Pemerintah RI dan diserahkan kepada PT Berdikari Jakarta dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tahun 1971, PT Berdikari diserahkan kepada pemilik lama yaitu IRL – CMI (PT Plantagen) yang berpusat di Zurich, Swiss serta Klawat Syndicate dan diubah namanya menjadi PT Indragiri Raya. Pada tahun 1973 masa kontrak PT Indragiri Raya telah habis sehingga PT Indragiri Raya dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertanian pada tahun 1973, dan arealnya dibagi menjadi: (1) PTP IV seluas 11 228 ha, (2) NES II seluas 2 063 ha, (3) perluasan desa seluas 604 ha, dan (4) PT Tunggal Investment seluas 9 799 ha.
Pada tahun 1975 PT Tunggal Investmen mulai beroperasi dengan komoditi olah berupa karet dan kelapa sawit. Pada tahun 1979 nama PT Tunggal Investmen diubah menjadi PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP ). Pada bulan September 1983, Astra Group masuk dalam PT TPP, dan sejak saat itu PT TPP hanya memfokuskan perusahaan pada pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas produksi 70 ton/hari. Sadang Mas yang merupakan joint venture antara Salim Mas Group dan Sinar Mas Group juga ikut ambil bagian dalam PT TPP dan kapasitas pabrik ditingkatkan menjadi 30 ton/jam. Lalu pada bulan Juni 1991, Astra Group melalui PT Astra Agro Niaga membeli 100 % saham, sehingga sekarang PT TPP resmi dimiliki secara total oleh Astra Agro Niaga. Pada tahun 1998, PT Astra Agro Niaga, sebagai holder PT Tunggal Perkasa Plantations mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dan namanya diubah menjadi PT Astra Agro Lestari Tbk.(Ade raja., 2011)

4.2. Letak Geografis
Secara geografis PT Tunggal Perkasa Plantations berada antara 0°22’12” - 0°12’36” Lintang Selatan dan antara 102°9’36” - 102°19’48” Bujur Timur. PT TPP terletak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lirik dan Kecamatan Pasir Penyu dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: sebelah barat berbatasan dengan Desa Sungai Lala dan Jati Rejo, Kecamatan Sungai Lala; sebelah timur berbatasan dengan Desa Sungai Sagu, Desa Sungai Karas Desa Japura Kecamatan Lirik, Desa Kongsi Empat Kecamatan Pasir Penyu; sebelah utara berbatasan dengan Desa Radang Seko, Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik, serta sebelah selatan yang berbatasan dengan Desa Kembang Harum, Desa Air Molek Kecamatan Pasir Penyu (Ade raja., 2011)

4.3. Profil Perusahaan
PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah naungan PT Astra Agro Lestari, Tbk. Produk utama yang dihasilkan oleh PT TPP adalah minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel). PT TPP terletak di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. PT TPP memiliki areal kebun kelapa sawit dengan luas Hak Guna Usaha (HGU) sebesar 14 935.40 ha dengan areal tanam seluas 14 153.56 ha dan memiliki pabrik pengolahan Crude Plam Oil (CPO) dan kernel dengan kapasitas olah 60 ton/jam. Jumlah karyawan PT TPP adalah 3 016 orang yang terdiri atas 50 orang staf, 482 orang karyawan bulanan, 1 045 karyawan harian tetap, dan 1 439 karyawan harian lepas.

4.4. Luas Areal dan Tata Guna Lahan
Luas hak guna usaha PT Tunggal Perkasa Plantations adalah 14 935.40 ha dengan areal tanam seluas 14 153.56 ha yang terbagi atas lima kebun, yaitu Kebun Sei Sagu 3 234.88 ha, Kebun Sei Meranti 3 029.79 ha, Kebun Sei Lala 3 377.48 ha, Kebun Redang Seko 4 511.46 ha, dan kebun Plasma KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota) 1 393.02 ha. Peta PT Tunggal Perkasa Plantations dapat dilihat pada Lampiran 6. PT TPP memiliki pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) dan kernel dengan kapasitas 60 ton/jam.

4.5. Keadaan Iklim dan Tanah
PT Tunggal Perkasa Plantations mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Puncak musim hujan terjadi pada bulan Oktober dan November, sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juni dan Juli. Rata-rata curah hujan selama 10 tahun terakhir (2000 – 2009) adalah 2 763.5 mm/tahun dengan rata-rata hari hujan adalah 135 hari/tahun. Rata-rata bulan kering 1.9 bulan/tahun dan rata-rata bulan basah 9.2 bulan/tahun. Menurut klasifikasi Schmidth-Ferguson, iklim di PT TPP termasuk tipe iklim B (basah). Keadaan curah hujan bulanan di PT Tunggal Perkasa Plantation dapat dilihat pada Lampiran 4. Temperatur udara rata-rata antara 28 - 31 °C.
Jenis tanah PT TPP terdiri atas dua ordo, yang menurunkan lima subgroup, yaitu Inceptisol (Fluvaquepts, Aquic Dystrudepts) dan Ultisols (Typic, Hapludults, Typic Kanhapludults, Typic kandiudults) dengan fisiografi pada sebagian areal berbentuk flat, rolling, dan rendahan. Sifat-sifat tanah lapisan atas dari kebun kelapa sawit PT TPP semuanya bereaksi sangat masam dengan pH-H2O (1:5) < 4.5. Keadaan tanah yang sangat masam tersebut juga disertai dengan kandungan kation-kation basa (Ca, Mg, K, dan Na) yang sangat rendah, sehingga kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basanya (KB) juga rendah atau sangat rendah. Kemampuan tanah yang rendah dalam pertukaran kation tersebut diperburuk oleh adanya tekstur tanah yang kasar, yaitu tanah pasir (sand) atau tanah berpasir (sandy). Kandungan fosfor (P) dan Kalium (K) potensial tanah ekstrak HCl 25 % semua contoh tanah termasuk sangat rendah. Sedangkan P tersedia ekstrak Bray 1 dan K dapat ditukar bervariasi dari sangat rendah sampai sedang atau tinggi, walaupun demikian sebagian besar termasuk sangat rendah (Astra Agro Lestari, 2008)

1. Kepala Kebun
Kepala kebun bertindak sebagai pimpinan yang mengkoordinasikan seluruh kendali kegiatan kebun. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan pekerjaan dan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan di kebun atau unit yang dipimpinnya. Askep menentukan kebijakan dalam hal penggunaan dana dan anggaran kebun.
2. Asisten

Gambar 4.2 : Pengarahan asisten terhadap mandornya

Asisten bertanggung jawab dan sebagai pelaksana kegiatan sesuai dengan budget terhadap divisi yang dipimpinnya, baik secara teknis maupun administrasi, misalnya membuat program kerja divisi melalaui Rencana Kerja Bulanan (RKB) dan Rencana Kerja Harian (RKH), menginstruksikan pekerjaan kepada mandor dan menerima laporan hasil kerja dari mandor melalui lingkaran pagi, memeriksa hasil kerja, kualitas kerja, penggunaan bahan, dan penggunaan HM (mesin/alat berat) dan KM (kendaraan) melalui pemeriksaan lapangan, BKM (Buku Kerja Mandor), Kartu Gudang, dan Kartu Kerja Kendaraan.
3. Mandor
 
Gambar: 4.3 Pengecekan mandor terhadap pemanen dan apel pagi
Pekerjaan utama mandor yaitu mengawasi dan bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan di lapangan di bawah pengawasannya. Mandor terdiri dari:
a. Mandor 1, membantu asisten dalam hal supervisi dan pengorganisasian pekerjaan rutin (panen dan non panen) setiap harinya.
b. mandor panen,  bertanggung jawab dalam supervisi terhadap pelaksanaan panen dan kutip brondolan pada blok yang telah ditetapkan.
c. Mandor Perawatan, bertanggung jawab dalam supervisi kegiatan-kegiatan di luar kegiatan produksi seperti pemupukan, Dongkel Anak Kayu (DAK), semprot piringan, semprot lalang, rawat jalan dan lain-lain.
4. Krani
Krani bertanggung jawab atas semua kegiatan administrasi divisi seperti mengisi daftar upah BHL, absensi SKU, Daftar Lembur, Laporan Pemeliharaan Tanaman (LPT), Laporan Hari Kerja (LHK), dan lain - lain yang berhubungan dengan teknis administrasi laporan pekerjaan divisi.
5. Karyawan
Pekerjaan utama karyawan yaitu sebagai pelaksana langsung kegiatan di kebun. Karyawan terdiri atas karyawan Syarat Kerja Umum (SKU) dan Buruh Harian Lepas (BHL).

Share 'Profil Perusahaan PT Tunggal Perkasa Plantation' On ...

4 komentar untuk "Profil Perusahaan PT Tunggal Perkasa Plantation"

Post a Comment